Penyiapan Lahan Jagung Dari Gulma Oleh Babinsa 0827/23 Giligenting

0
232

Sumenep (Policeline.co) – Agar tumbuh tanaman jagung dapat berproduksi dengan baik maka tanaman jagung harus ditanam di lahan terbuka yang terkena sinar matahari penuh selama 8 jam sehari.

Sebelum ditanami jagung, lahan tanam dibersihkan dari gulma dan tanaman liar, yang mana gulma seperti alang-alang, rumput teki, semak dan pohon perdu, siangi dengan akar-akarnya seperti yang telah dilakukan oleh Sertu Bibit Suhendro pada kali ini beliau sedang membantu pembersihan lahan jagung milik Bapak Saleh yang bertempat di Desa Galis Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur.

Dikatakan oleh Sertu Bibit Suhendro Babinsa Ramil 23/Giligenting kepada Pak Saleh disela-sela membantu bahwa, tanah lahan yang pH’nya terlalu rendah atau asam nantinya bisa dinaikkan dengan menaburkan kapur atau dolomit, dengan harapan tanah tersebut lebih efisien, dengan pengaplikasiannya dilakukan bersamaan dengan pengolahan lahan. Kamis (3/5/2018).

Sementara itu, jika pH tanah lahan terlalu tinggi atau basa dapat diturunkan dengan menaburkan belerang, namun pengaplikasiannya dilakukan jika nilai pH lahan memang sangat tinggi, yakni mencapai 8,0 atau 9,0. “imbuhya”

Memasukai pada tahapan pengolahan tanah yaitu dengan Pencangkulan lahan dilakukan dengan memindahkan tanah bagian bawah sedalam 15-20 cm keatas permukaan lahan.

“Selain untuk kegunaan menyeimbangkan ketersediaan unsur hara antara bagian bawah dan atas lahan pencangkulan juga bertujuan untuk membuat tanah lebih remah dan gembur, sedangkan untuk lahan yang memiliki jenis tanah gembur (misalnya tipe tanah latosol) atau bekas lahan tanam semusim untuk pencangkulan cukup hanya sekali. “tutupnya”.

(sur/fer)

Hot Line:  Babinsa Masakambing Komsos Sekaligus Sosialisasi KB-Kes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here