Golkar Kota Metro Dicatut, Seorang Kakek Ini Menjadi Korban Jutaan Rupiah

0
113
Korban/PoliceLine

Jurnalis : Muda’i Yunus
POLICE LINE. CO—Mencatut nama Golkar, seorang kakek 75 th, minggu siang 25/3, menjadi korban hipnotis. Akibat peristiwa itu, jutaan rupiah uang kirban raib dibawa kabur pelaku.

Mbah mingso, yg tercatat sebagai warga Jl. Tiram, Rt 16 Rw 08, Kelurahan Iringmulyo Metro Timur itu mengungkapkan, peristiwa itu bermula dari perbincanganya dengan seorang pria setengah baya yg belum ia kenal.

Mulanya, ketika korban melintas usai membeli 2 buah sepeda di pasar Metro untuk cucunya. Persis diperempatan lampu merah masid Takwa Kota Metro, ia dipanggil pelaku yg tengah berada di pinggir jalan. Korban diminta berhenti lalu oleh pelaku diajak ngobrol debgan duduk dipelataran trotoar. Tanpa sadar tubuh korban dipepet pelaku, dan pelaku nenceritakan, dia hendak membantu korban untuk mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 50 juta dari golkar, dengan sarat menyetorkan lebih dahulu uang Rp 1 juta kepada pelaku. Mulanya pelaku ta menyangk ia bakal ketipu, sebab orangtua pelaku katanya bekerja di Kantor DPD Golkar Kota Metro.

Kepercayaan korban semakin kuat lagi, sebab pelaku juga mengaku sebagai tetangga ibu Sri, anak sulung korban di kampus 15 A, dan mengenal satu persatu seluruh anak korban, termasuk Ibu Puji, walapun saat ini anak korban yg bersatus PNS itu tinggal di Kota Serang, Banten.

Menanggapi tawaran pelaku, korban cukup mengiyakan, sebab, selama ini, korban tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah, termasuk juga raskin.

Melihat gelagat korban percaya atas bujukan pelaku, sejurus kemudian korban diminta berjalan dengan mengayuh sepeda ontelnya, melintasi Jl. Jend. Sudirman menuju arah Kantor Golkar di Kelurahan Yosorejo Metro Timur yg hanya berjarak 2 km, dari keduanya bertemu, dan pelaku yg membuntuti korban dengan mengendarai speda motor jenis metik warna putih.

Hot Line:  Pelaporan Amien Rais Ke Polisi Lebay

Ketika keduanya beriringan, tepat di depan Kantor DLLAJR Kota Metro, yg hanya berjarak 200 meter dari taman kota, tiba-tiba korban diberhentikan, lalu pelaku minta seluruh uang yg ada di dompet korban. Tanpa sadar korban menyerahkanya, dan pelaku berpura puramasuk ke kantor disperindagkop yg bersebelahan dengan kantor DLLAJR, dan minta korban nenunggu sejenak sembari menunggui motor pelaku.
Hanya selang beberapa menit saja, pelaku kembali menemui korban, dan meminta uang Rp 2000, untuk membeli materai, namun korban tidak memberinya, karena seluruh isi dompet korban telah dikuras habis pelaku.
Dengan alasan hendak membeli materai, seketika beramjak pergi dengan motornya, dan minta korban untuk nunggu sejenak hingga pelaku kembali.
Setelah stengah jam kemudian pelaku yg dutubggunya tak juga kunjung datang, baru korban tersadar, ia telah ditipunya.
Walhasil lebih dari sejuta uang yg terkumpul dari tabungannya ludes dibaea kabur sang penjahat. Beruntung, uang yg dibawanya dari rumah, telah lebih dulu ia belanjakan untuk membeli 2 buah spefa kecil yg akan dihadiahkan bagi cucunya, ujar mbah Mingso yg dulunya berprofesi sebagai tukang beca di kawasan Kota Metro itu.
Bapak 5 orang anak itu berharap, agar pelaku hipnotis yg kerapkali berkeliaran di metro, segera tertangkap, sehingga tidak ada lagi warga menjadi korban sebagaimana yg dia alami, dan juga telah menimpa nenek Sinah, sang isteri korban yg terjadi 3 bulan sulam, dimana cincin emasnya seberat 10 gram juga raib dibawa kabur sang hipnotis.

(dai/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here