Pintu Gerbang Kota Pendidikan Metro, Dikotori Pelanggaran Baleho Paslon No 3

0
148

Jurnalis: Muda’i
POLICELINE.CO–
Pintu gerbang menuju kampus pendidikan jl. Ki. Hajar Dewantara gKelurahan Iringmulyo, Kec. Metro Timur Kota Metro, dicemari tampilan baleho berukuran jumbo paslon gub dan wagub lampung no urut 3.
Meskipun hal itu jelas merupakan pelanggaran, bahkan sudah berlangsung lebih dari sepekan, namun kenyataanya hingga jumat petang ini, panwas Kota Metro tak berktik bahkan tak sanggup menindak dengan apalagi nenurunkanya.
“Kami tak berwenang menurunkanya, walaupun posisi kami selaku panwas”, ujar Hendro Edi Saputro, saat dikonfirmasi policeline jumat petang.
Hendro mengungkapkan, hasil penelusuran panwas, pelanggaran oleh paslon gub no urut 3 itu, bukan saja disatu titik itu saja, melainkan terjadi di 3 titi, dua diantaranya di jalur Utama Jl. Jend. Sudirman, no. 128, Kel. Metro, Kec. Metro Pusat, dan di perempatan lampu merah 22, Kel. Hadimulyo Barat Kota Metro.
Hendro yg juga mantan aktifis PMII Cabang Metro itu menyatakan, atas penemuan tersebut, panwas telah melayangkan laporan tertulis ke Bawaslu propinsi Lampung melalui suratnya no. 058/KLA.15/PM/05 02/III/2018, tgl 17 Maret 2018, namun hingga saat ini belum ada pihak LO paslon Gub menurunkannya. Hendro menambahkan, berdasarkan surat panwas kota Metro, maka Bawaslu propinsi lampung selanjutnya menyampaikannya ke KPU Propinsi. Ketika KPU telah memberikan kesempatan paslon melalui LO untuk menurunkan juga tidak di gubris, maka dalam waktu 1 x 24 Maka terpaksa, pol PP bewenang mengekskusi dengan cara paksa.
Menanggapi peristiwa itu, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro, Galih menegaskan, preseden buruk itu seharusnya tidak boleh terjadi terhadap setiap paslon gub, sebab sekecil apapun pelanggaran, yg dilatarbelakangi adanya unsur kekuasaan, itu mencerminkan paslon yang bersangkutan tidak taat hukum, sehingga masyarakat jangan mendukung apalagi memilihnya, sebab kelak hanya melahirkan pemimpin yg arogan dan selalu melawan hukum.
Galih menghimbau, pada semua paslon gub/wagub, yg akan berkontestasi pada pilkada 2018 ini, secara kontinyu melakukan pemantauan dengan cara nenerjunkan timnya kesekuruh wilayah propinsi lampung, meskipun di sudut desa terpencil sekalipun, sehingga bisa memastikan tidak t terulang lagi adanya pelanggaran serupa.
“Kami membayangkan, Kota Metro yg nota benenya kota pendidikan, dan di dukung banyaknya perguruan tinggi dan warganya yg kritis, masih ada saja paslon gub yg berani melanggar aturan, gimana di daerah lain yg jauh dari pantauan panwas” katanya dengan nada kesal.

Hot Line:  Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cambai

(dai/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here