Penantang Baru, Siap Rebut Kursi Kades Bilapora Barat

0
145

POLICELINE.CO (SUMENEP) —Sudah hampir dua priode, H. A. Sukkur menjabat Kepala Deaa Bilapora Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Tahun depan, pihak petahana(incumbent) diprediksi akan melanjutkan kembali kepemimpinannya, dengan kembali mencalonkan diri dalam proses pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan dihelat tahun 2019 mendatang.

A. Sukkur yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) kecamatan Ganding ini, tentu saja tidak mudah untuk dikalahkan. Namun dalam kontestasi politik apapun, persiapan yang matang dan perhitungan tepat, juga bukan mustahil dilakukan pihak “penantang” bakal calon yang mulai tersiar dari kalangan tokoh Pemuda Desa Bilapora Barat, yang konon masih memiliki ikatan keluarga yang sangat dekat dengan petahana.

“Memang ada salah satu tokoh pemuda yang masih famili Pak Kalebun (Kades, Red) yang akan siap mencalonkan diri dalam Pilkades tahun depan”, ujar salah satu perangkat Desa Bilapora Barat yang meminta identitasnya tidak di expose, Sabtu, 17 Maret 2018.

Diberitakan sebelumnya, Rokib Setyabudi, salah satu Fungsionaris Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Desa (GPMD) Sumenep memprediksi pertarungan politik di tiga Desa Kecamatan Ganding itu diprediksi akan berlangsung seru, pasalnya, masing-masing petahana (incumbent) sudah sama-sama dua priode menjabat.

“Calon petahana di tiga desa itu sama-sama sudah dua priode menjabat. Khusus Desa Bilapora Barat, infornasinya akan ada calon dari tokoh pemuda yang masih memiliki kedekatan keluarga dengan pihak incumben.Kami prediksi akan berlangsung seru, ” ungkapnya kepada Maduraexpose.com,Kamis 15 Maret 2018.

Pihaknya menilai, politik tingkat desa ini, tidak bisa diremehkan sebagai pesta demokrasinya orang kampung. Pasalnya, di era keterbukaan infornasi dan medsos yang merajalela saat ini, bukan mustahil akan digunakan oleh tim pemenangan untuk melakukan kampanye maupun sosialisasi calon Kades.

Hot Line:  Besok, 125 Desa Di Sukoharjo Gelar Pilkades Serentak

“Pilkades itu malah lebih sensitif dari pemilihan Bupati dan Pilgub. Karena secara komunikasi beografis lebih interaktif dan akan mudah terjadi gesekan antara masing-masing pendukung calon. Apalagi jaman now, serba teknologi dan medsos bisa alternatif kampanye, “pungkasnya.

(Fer/mex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here