Prof. DR. Manlian Ronald,Soroti Ambruknya RSAL Dr Ramelan Surabaya

0
144

POLICELINE.CO (SURABAYA)—Ambruknya atap Ruang Inap RS Ramelan-Surabaya mendapat perhatian serius dari banyak kalangan.

Bahkan Prof.Dr.Manlian Ronald. A.Simanjuntak, ST., MT., D.Min, Guru Besar Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan memberikan catatan kajian dengan menghimpun beberapa Data Administrasi & Data Teknis Proyek.

Menurutnya, Pemerintah Kota Surabaya dalam kasus ini, perlu merespon serius bangunan gedung yang gagal itu, tempat manusia terkendala, yang seharusnya mendapat perawatan serius.

” Tetapi justru mengalami kerugian yang serius. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, diantaranya mengenai aspek administrasi,”ujar Prof. Prof. DR. Manlian Ronald Adventus Simanjuntak, ST., MT., D.Min-Guru Besar Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan, kepada Policeline.co, Selasa 20 Maret 2018.

Pihaknya menjelaskan, aspek administrasi itu mengacu kepada Perda Kota Surabaya, tentang Bangunan No.7/2009. Intinya, apakah RS Dr. Ramelan memiliki SLF?. Dimana persyaratan SLF,lanjut profesor, terkait IMB.

“Apakah RS Dr. Ramelan memiliki IMB mengingat Rumah Sakit ini baru 3 bulan direnovasi?”,imbuhnya mempertanyakan.

Prof. Manlian juga menganalisa soal prinsip renovasi yang mengacu kepada Desain Awal. Namun jika ada Penyempurnaan Desain secara khusus Sistem dan bahan rangka Atap diubah dengan bahan baja Ringan, pihaknya lantas menpertanyakan Berita Acara maupun Desain Struktur Detail dengan menggunakan Bahan Baja Ringan atau tidak.

Selain itu, masalah Pengguna Jasa, tak luput dari sorotannya. Hal itu, lanjut dia, harus pihak yang tepat dalan pemberian tugas.

” Siapa pihak Pemberi Tugas. Pihak TNI AL/Building Management khusus, dll?. Apakah Pihak Penerima Jasa memiliki Sertifikasi Profesional sesuai Bidang Keahlian? Apakah ada kontrak kerja yang jelas untuk mengantisipasi Kegagalan Bangunan Gedung sampai dimungkinkan adanya Kasus Korupsi?” timpalnya melanjutkan.

Prof Manlian Ronald juga mempertanyakan aspek teknis pada bangunan yang anbruk tersebut, diantaranya dengan mengamati bahan dan metode pemasangan. Pihaknya menduga, sepertinya bangunan gedung itu baru direnovasi.

Hot Line:  Dinilai Cacat Prosedur, Puji Rahayu Praperadilkan Dirjen Pajak ke PN Jaksel

“Kita tau, prinsip renovasi adalah menyempurnakan Sistem dan Elemen Bangunan Gedung Lama sesuai Berkas IMB. Karena ada perubahan Sistem & Bahan Bangunan Gedung menggunakan Bahan Baja Ringan, apakah Desain sudah diperhitungkan benar utk menahan Beban Tetap & Beban lainnya?”, tandasnya lagi.

Pihaknya juga mempertanyakan bagaimana proses pekerjaan dan metode konstruksi yang dilakukan. Apakah Sistem Struktur dengan bahan baja ringan dipasang tepat pada, dan, di atas Sistem dan elemen struktur eksisting/baru? Apakah pemasangan dilakukan sesuai SOP? L.

“Bagaimana pengawasan selama proses konstruksi,hingga seluruh Metode berjalan baik. Mencermati hal ini, saya mengusulkan benar untuk pemerintah Kota Surabaya mengevaluasi Aspek Administrasi & aspek teknis seluruh bangunan Gedung yang terbangun dan secara khusus Bangunan Gedung yang sedang dan sudah dilaksanakan,”pungkasnya.(*)

Editor/Red:Ferry Arbania
Reporter:-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here