Dugaan Pungli Dilingkaran Disdik Lampung Barat Kian Meresahkan

0
94
Ilustrasi

Jurnalis: Sulistya
POLICELINE.COM (BANDAR LAMPUNG) — Disinyalir, sekolah – sekolah dilingkup Disdik Lampung Barat Rawan Pungli. Informasi tersebut dicover dari keluhan – keluhan para orang tua wali murid yang mengaku sangat dirugikan.

Meski sudah menjadi rahasia umum namun, praktek pungli oleh sejumlah oknum Kepala SD/MI dan SMP/MTs Negeri maupun Swasta di Lambar masih terus berlangsung. Pungutan dilakukan dengan beragam alasan ,seperti iuran perpisahan, iuran pembuatan pagar sekolah, UNBK dan lain – lain dengan jumlah bervariasi, dari 120 ribu, 265 ribu hingga 300 ribu per-siswa. Seperti pungutan yang kedapatan di SDN 01 Gunung Terang,menurut pengakuan beberapa wali murid mereka dimintai dana untuk pembuatan sumur dan sarana sanitasi sekolah.

” Jujur sebenarnya kami sangat keberatan,karena kami memang tidak mampu, tapi mau gimana lagi?dari pada nanti anak kami dikucilkan ya terpaksa kami usahakan biarpun harus cari – cari utangan,”aku Wan wali murid yang anaknya sekolah di SDN 01 Gunung terang, di amini beberapa wali murid lainnya.

Pihaknya juga menjelaskan, pungutan itu memang sudah dirapatkan sebelumnya, tapi sayang bayangan kekhawatiran atas situasi dan kondisi yang akan dihadapi anak -anak mereka jika mereka mengkritisi hasil keputusan rapat, membungkam mulut mereka dan hanya berujung pada keluh kesah di kemudian hari.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lambar, Bulki Basri masih belum memberikan jawaban sampai hari ini ketika dikonfirmasi lewat pesan singkat terkait kondisi yang ada dilingkup tugasnya tersebut.

Sistem pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Lambar tentunya dipertanyakan dalam kondisi tersebut. Lemah atau dilemahkan.

Ternyata wajah buruk dan potret buram masih menyelimuti dunia pendidikan. Perlakuan tidak adil dan diskriminatif serta kekerasan dalam dunia pendidikan kita masih mewarnai carut-marutnya peningkatan mutu pendidikan.

Hot Line:  3 Orang Terjaring OTT Saber Pungli

“Pungutan liar di sektor pelayanan publik merupakan masalah lama, yang mungkin saat ini ada banyak perubahan bentuk dan jenisnya, karna sifat dari masalah pungutan liar itu akan mengalami perubahan bentuk dan jenis sesuai dengan peluang dan celah yang ada. Pungutan Liar terus terjadi dan masyarakat terbiasa menerima dan melakukan, akhirnya pungutan liar menjadi lumrah dan kalau tidak melakukan seperti janggal”demikian para aktivis anti korupsi memberikan paparan.

Dalam kajian korupsi dan beberapa literasi antikorupsi, pungutan liar pada dasarnya sama dengan uang pelicin.Dalam konteks korupsi, pengutan liar sebenarnya masuk dalam domain tindak pidana korupsi. pungutan liar merupakan pola atau bentuk dari “Petty Corruption” (yaitu korupsi kecil atau dalam bahasa lain disebut sebagai) “Corruption by Need” .

(tya/fer)

REKOMENDASI MENARIK:
TANAMAN HIAS BERBAHAYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here