Kapolres Sumenep, Temukan 3 Indikator Terjadinya Insiden Perahu Maut di Perairan Sapeken

0
185
Kapolres Sumenep, AKBP Fadillah Zulkarnaen,SIK,SH

POLICELINE.CO (SUMENEP)–Tragedi tak nggelamnya perahu motor berpenumpang 34 orang santri dan beberapa guru MTs dan MA Pondok Pesantren Abu Harairah di perairan Pulau Sadereng Besar, Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, menjadi perhatian serius pihak kepolisian setempat.

Pasalnya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak Kapolres Sumenep, AKBP Fadillah Zulkarnaen menemukan, adanya beberapa hal yang diduga menjadi pemicu terjadinya insiden maut tersebut.

“Ada beberapa indikator yang menjadi pemicu terjadinya lakalaut itu, selain cuaca ekstrim dan over kapasitas, kami mengkaji standarisasi operasional perahu motor nahas itu meragukan, karena hanya menggunakan satu mesin,” ungkap Kapolres Sumenep, AKBP Fadilah Zulkarnaeen, dilansir Policeline.co, Kamis sore 15 Maret 2018.

Adapun ukuran perahu yang telah menelan korban jiwa tersebut, lanjut Kapolres, hanya memiliki 13,30 meter dengan lebar 2 meter dengan hanya satu unit mesin.

Mantan Kapolres Kutai Kertanegara ini memastikan, spek perahu dengan spesifikasi yang telah dijelaskan itu, maka jelas tidak layak dan tidak memenuhi syarat mengangkut puluhan penumpang.

“Dilihat dari speknya saja, perahu itu tidak layak mengangkut penumpang hingga puluhan orang. Sangat berbahaya bagi keselamatan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, perahu motor milik Syahrudin itu tenggelam saat membawa rombongan santri sebanyam 34 orang di perairan Pulau Sedereng Besar, Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, Sumenep, sekira pukul 14.45 wib, pada Kamis, 08 Maret 2018 lalu.

Kapolres Sumenep, AKBO Fadillah Zulkarnaen,SIK,SH


(Ferry Arbania)

Hot Line:  Bupati Mesuji Klaim Selamatkan Uang Negara Rp 89 Miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here