Korupsi PT. WUS, Pakar Hukum: Selain Bupati dan Wabup Sumenep, Kejati Juga Wajib Periksa Ketua DPRD

0
278
Azam Khan, saat memberikan santunan anak yatim di Taman Adipura Sumenep. (Foto:Ferry Arbania)

MADURAEXPOSE.COM–Pengamat Hukum sekaligus lawyer kondang, Azam Khan mendesak pihak Kejati segera menyeret tersangka utama lainnya dalam kasus dugaan korupsi dana PI yang dikelola yang menyeret Sitrul Arsy, mantan Direktur PT.Wus yang saat ini menjadi tahanan peyidik Kejati Jatim.

Menurut Azam, diibaratkan orang mati kesetrum listrik, semua pihak terkait di perusahaan listrik akan ikut bertanggung jawab. Dengan kata lain, lanjutnya, pada saat proses terjadinya upaya dugaan korupsi itu,sangat mustahil dilakukan sendirian oleh pihak tersangka. Dia meyakini, ada pejabat yang lebih tinggi diatas Direktur PT WUS yang harus dibidik oleh pihak penyidik, termasuk juga adanya dugaan tindak pidana pencucian uang dalam kasus tersebut.

“Mustahil kasus korupsi itu berdiri sendiri. Kalau Dirutnya tersangka, pasti ada diatas Dirut itu yang juga wajib diperiksa secara intens. Siapa mereka diatas Dirut PT WUS, Bisa Bupati,bisa Wakil Bupati dan bisa juga pihaknya lainnya terlibat ,” ungkap Azam Khan, usai memberikan santunan anak Yatim dan kaum Dhuafa, kemarin di Taman Adipura, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Tak hanya dilingkaran pejabat yang terhubung di birokrasi semata, bahkan,lanjut Azam, Ketua DPRD, Komisi II dan Inspektorat juga wajib diperiksa oleh pihak Kejati Jatim.

“Ketua DPRD dan Komisi II DPRD sumenep selaku konterpad PT WUS, hemat saya, wajib diperiksa juga oleh penyidik Kejati Jatim. Kita doakan tidak masuk angin,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, A Busyro Karim dan Achmad Fauzi, diperiksa oleh tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Selasa (7/11). Pemeriksaan terhadap keduanya ini, guna mendalami kasus dugaan korupsi dana partisipating interest yang dikelola PT Wira Usaha Sumekar, BUMD Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura.

Hot Line:  Duh, Kejati Jatim Bidik Tersangka Baru Dugaan Korupsi PT WUS

Bupati Busyro dan Wabup Fauzi diperiksa sebagai saksi di lantai 7 kantor Kejati Jatim Jalan A Yani Surabaya. Busyro diperiksa dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, sementara Fauzi diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan pejabat PT WUS.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung membenarkan hal ini. “Bupati dan Wabup-nya datang memenuhi panggilan pemeriksaan. Namun Bupatinya selesai duluan dan saat ini Wabup masih diperiksa. Keduanya berstatus saksi,” ujar Richard kepada wartawan.

Dia menjelaskan, Busyro dipanggil untuk pertama kalinya dan langsung hadir. Sementara Fauzi hadir setelah dipanggil untuk kedua kali. Pada panggilan pertama pekan lalu, Fauzi tidak hadir. Ditanya soal adanya saksi lain yang turut diperiksa, Richard memastikan bahwa penyidik kemarin hanya memeriksa dua saksi tersebut.

Untuk diketahui, kasus dana PI yang dikelola PT WUS disidik Kejati Jatim sejak beberapa bulan lalu. Perusahaan milik Pemda Sumenep itu yang mengelola berbagai usaha, seperti SPBU dan bengkel. WUS ditunjuk Pemkab Sumenep sebagai pengelola dana PI migas dari PT Santos Madura Offshore. Nah, dana PI itulah yang diduga dikorupsi.

Kejati telah menetapkan satu tersangka dalam kasus ini, yakni mantan Direktur Utama PT WUS, Syitrul Arsyi Musa’ie. Dia sudah ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, beberapa pekan lalu. “Nanti perkembangannya kami jelaskan,” ujar Richard.

Sedangkan, Setijo Boesono, penasehat hukum tersangka Syitrul Arsyi Musa’ie mengatakan bahwa kasus ini berawal dari temuan BPK, adanya kerugian negara sebesar Rp 3 miliar. Oleh tersangka, kerugian negara tersebut sudah dikembalikan. “Sehingga sudah tidak ada lagi kerugian negara,” ujarnya, Selasa (7/11).

Iapun berpendapat bahwa menurut UU BPK, apabila temuan BPK soal kerugian negara tidak dikembalikan, bakal dikenakan sanksi pidana. “Lah ini sudah dikembalikan masih saja diproses oleh Kejaksaan,” ujar Setijo.

Hot Line:  Pengamat Hukum: Mahasiswa Sumenep Jangan Berhenti Kawal Kasus PT WUS

Masih Setijo, tersangka mengaku bahwa uang tersebut dipergunakan untuk investasi bisnis property. “Sejak tahun 2011,” tambahnya.

(eno/dut/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here