PSI ke Istana karena Rumah Rakyat, Politisi: Tanya Jokowi, Kenapa Petani dan Massa 212 Tak Diterima

0
87

JAKARTA (POLICELINE.CO)- Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahean ikut mengomentari kunjungan beberapa elit Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke istana dan berjumpa dengan Joko Widodo.

Diduga oleh Ferdinand kunjungan elit PSI tersebut tengah membahas calon Presiden mendatang. Dan menurutnya kunjungan tersebut adalah salah tempat.

“Grace yang baik, itu bkn lebay. Tapi memang kalian salah tidak tau tempat untuk bahas copras capres,” kata Ferdinand, di akun Twitter pribadinya, Sabtu (3/3/2018).

Sebelumnya Grace Natalie, salah satu dari tiga orang yang kabarnya bertemu Jokowi beralasan bahwa pertemuan itu hanyalah audiensi semata. Grace pun beralasan siapapun dapat ke istana karena di sanalah rumah rakyat. “Hheran lebay banget yang pada ributin audiensi PSI ke istana. Istana itu rumah rakyat. Sampai ada yang ngirimin pasukan untuk demo minta PSI dibubarkan.

Segitu takutnya ya sama anak-anak muda? belum lagi yang buat aneka hoax. Ndeso, ah!” kata Grace, di akun Twitter pribadinya, @grace_nat, Sabtu (3/3/2018). Seketika alibi Grace direspon oleh Ferdinand dengan mempertanyakan kebenaran atas alasan rumah rakyat. “Betul Istana itu rumah rakyat, tapi apa kalian mewakili seluruh kepentingan dan aspirasi rakyat?

Duhh! Baiknya minta maaf itu lebih elegan sebagai anak muda. Bicara takut? Ahh, kamu lebay,” timpal Ferdinand. Selain itu Ferdinand juga mempertanyakan kembali yang dimaksud rumah rakyat tersebut. Pasalnya, jika memang istana itu rumah rakyat, lantas mengapa para petani dan umat Islam yang mengadu ke Jokowi tidak diterima layaknya PSI.

“Grace Natalie, tolong dong tanya pak Jokowi, kalau memang Istana Rumah Rakyat, kenapa petani kendeng ga diterima diskusi? Kenapa demo 411 dan 212 tidak diterima? Apa mereka bukan rakyat? Atau rakyatnya harus wangi seperti Grace dan rombongan? Serius nanya nih! @psi_id.”

Hot Line:  Kepala Desa Cangkreng Lenteng, Diciduk Paksa Polres Sumenep

(Rob/voi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here