Kiai Jawa Timur Desak Polisi Segera Ungkap “Topeng Gila” Penyerang Ulama

0
362

POLICELINE.CO–Akhir-akhir ini ancaman terhadap ulama’, tempat ibadah, dan pondok pesantren marak terjadi dinegeri kita ini. 

Menurut Kyai M.Muzakkin (Gus Zakky), Ketua Umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur yang juga pimpinan pondok pesantren khusus rehabilitasi sakit jiwa, pecandu narkoba, mantan preman dan anak jalanan “Dzikrussyifa’ Asma’berojomusti” di Sekanor, Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur ini mengatakan, agar Masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh maraknya ancaman terhadap para ulama’, tempat ibadah dan pondok pesantren yang marak terjadi.

“Kewaspadaan itu penting, tapi karena keamanan bangsa dan negara itu sudah menjadi otoritas kepolisian, maka kita sebagai warga negara harus mensuport dan membantu kinerja kepolisian agar bisa usut tuntas siapa pelaku yang sebenarnya, lebih-lebih ini adalah tahun politik yang tentu bagi pihak-pihak yang tidak menginginkan negeri ini aman, dan damai, pasti akan merasa terusik,” tuturnya saat ditemui awak media dikantor JCW Jatim di Surabaya.

Selain itu, Gus Zakky yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) yang berpusat di Jakarta ini menambahkan, bahwa peristiwa penganiayaan yang terjadi pada para ulama’, perusakan tempat ibadah dan pesantren harus dilihat secara obyektif, apa benar pelakunya ini orang gila, kriminal murni atau memang ada ninja gaya baru.

” semua elemen masyarakat harus bisa menahan diri, harus saling bahu membahu demi kewaspadaan bersama. Jika memang ada kaitannya dengan situasi dan skenario perpolitikan di Indonesia, patut disayangkan juga, apapun alasannya ini jelas bagian dari tindakan teror terhadap bangsa ini,”paparnya.

Pihaknya berharap agar kepolisian bisa mengusut tuntas para pelaku dan dalang dari peristiwa insiden penyerangan ulama tersebut, agar tidak ada korban lagi dan semakin memperkeruh keadaan.

Hot Line:  Polisi Cium Keganjilan Dibalik Perampokan Bank Mandiri

Anehnya lagi, lanjut dia, yang menjadi pertanyaan masyarakat itu kenapa yang jadi sasaran kok hanya ulama’, tempat ibadah, dan pesantren. Keberadaanya itu apa kaitannya dengan orang gila. selama ini orang gila juga banyak berkeliaran dimana-mana.

“Marilah kita berdo’a, semoga para ulama’ kita ini diberi keselamatan dan pihak kepolisian juga segera bisa ungkap pelaku yang sebenarnya, JCW seluruh Jawa timur siap bantu Kepolisian untuk amankan para Ulama’, kiai, Ustadz, dan para pejuang di jalan Allah”, Jelasnya, 

Hasil investigasi Satgas JCW Jatim, serangkaian peristiwa terkait keagamaan yang kerap terjadi akhir-akhir ini, khususnya kasus penganiayaan terhadap ulama, penyerangan tempat ibadah di beberapa daerah oleh orang tak dikenal, kini kejadian mulai bergerak ke Jawa Timur, seperti di Tuban, Lamongan dan terbaru ini di Kediri.

Cucu pengasuh Ponpes Ploso Kediri, Gus Abid Umar membenarkan bahwa baru saja Ponpes Al Falah Ploso Kediri kedatangan seorang tamu tak dikenal yang memaksa hendak bersilaturrahim dengan KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli serta pengasuh Ponpes Ploso lainnya.

Karena prilakunya mencurigakan dan pakaiannya dianggap kurang sopan, oleh khodim (pembantu) di kediaman kiai diminta datang lagi di lain waktu. Namun pria mistirius itu tetap ngotot hendak menemui salah satu pengasuh pondok ternama di Kediri dan ditolak denga halus diminta datang lagi di lain waktu.

Beruntung saat pria tersebut meninggalkan lokasi pondok, sejumlah santri diam-diam membuntuti dan melihat orang tersebut membawa pisau. Tak ingin ada kejadian yang tak diinginkan akhirnya petugas keamanan pondok mengamankan orang tersebut dan diserahkan kepada aparat kepolisian.

“Setelah kita amankan, pelakunya kelihatan pura-pura gila. Tapi sekarang sudah diamankan oleh Polres Kediri untuk diinterogasi,” ujar Gus Abid Umar saat dikonfirmasi.

Hot Line:  Pimpin Apel Pagi di Mapolres Sumenep, Ini Pesan Kapolda Jatim

Untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi, pria yang juga sekretaris PW GP Ansor Jatim itu mengimbau agar PC GP Ansor di seluruh Jatim merapatkan barisan dan menugaskan beberapa Banser membantu keamanan pondok pesantren dan para kiai.

“Ini diperlukan untuk jaga-jaga dan menghindari kejadian serupa terulang lagi di wilayah Jatim,” tegas mantan Kasatkorwil Banser Jatim ini.

Terpisah, Ketua PWNU Jawa Timur, KH M Hasan Mutawakkil Alallah mendesak agar kepolisian bersungguh-sungguh mengusut tuntas siapa dan apa di balik semua insiden penyerangan berantai terhadap sejumlah tokoh agama dan rumah ibadah diberbagai daerah khususnya di wilayah Jatim.

“Apakah ini kriminal murni atau ada gerakan -by design- atas semua peristiwa yang terjadi belakangan ini,” kata Kiai Mutawakkil Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

Pihaknya menyerahkan permasalahan ini kepada aparat kepolisian sebagai pemegang otoritas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sebagai umat beragama di tengah banyaknya informasi dan opini yang berseliweran terutama di media sosial, hendaknya kembali pada tuntunan agama untuk senantiasa melakukan -tabayyun,” ujar kiai yang murah senyum ini.

Pada saat yang sama, Kiai Mutawakkil meminta masyarakat dan nahdliyyin tetap tenang, waspada, tidak terprovokasi, serta tidak perlu mengambil tindakan sendiri yang malah menimbulkan keresahan dan merusak harmoni kehidupan sosial di Jatim yang sudah berjalan baik.

Bagaimanapun juga, polisi dan NU mempunyai visi dan tujuan sama yaitu, menciptakan rasa aman, ketertiban, dan harmonis di tengah masyarakat dalam membingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila.

“Ini demi terwujudnya cita-cita nasional dari para pendiri bangsa yakni terciptanya masyarakat yang adil, makmur, sentosa, selalu dalam lindungan dan mendapatkan rahmat Allah,” ujarnya.

Di akhir penjelasannya, Kiai Mutawakkil mengajak menjaga lingkungan sekitar.

Hot Line:  Polresta Sidoarjo Bongkar Peredaran Sabu Senilai Rp 1,5 M

“Hindari saling menebar kebencian, adu domba dan fitnah antar golongan atau antar umat beragama yang justru merusak sendi kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara, terutama di tahun politik 2018 dan 2019,”,

Dalam kondisi demikian JCW Jatim berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar persatuan dan kesatuan bangsa dijadikan nomor satu, dan ditempatkan diatas segalanya.

“Demi terciptanya masyarakat yang baldatun Thoyyibatun warobbun Ghofur, yaitu adil, makmur, aman dan sentosa, berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 yang kita banggakan bersama,” pungkasnya.***

Editor: Fathol Bari Alkarawi
Email: maduraexposenews@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here