Geger, Wakil Ketua DPD Golkar Bandar Lampung Dicopot

0
483

Jurnalis : Agus Rahardja
SUMATERA, LAMPUNG (POLICELINE.CO)– Geger Penolakan kader Partai Golkar, Fasni Bima terhadap sosok Arinal Djunaidi sebagai Calon Gubernur (Cagub) Lampung, berbuntut pahit.

Kini Fasni Bima harus rela melepaskan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung. Pemecatan Fasni Bima dilakukan dalam rapat pleno diperluas yang digelar DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung, Senin (5/2).

Peringatan kami ingatkan, bahwa siapapun kader apalagi pengurus partai golkar wajib mendukung dan memenangkan bapak Arinal Djunaidi dan Chusnunia sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pada pilkada serentak Juni 2018 sesuai dengan rekomendasi DPP PARTAI Golkar, tutur ketua DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung, Yuhadi.

Himbauan ini  ternyata tidak digubris oleh Fasni Bima. Malah yang bersangkutan secara terang-terangan menyatakan dukungan terhadap calon lainnya.

Dengan berat hati, dalam pleno diperluas tadi kami semua sepakat menegakkan disiplin organisasi. Peserta rapat sepakat memberhentikan saudara Fasni Bima sebagai pengurus DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung. Dan mulai hari ini (Selasa, 30/1) yang bersangkutan tidak berhak dan tidak boleh mengatasnamakan pengurus DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung dalam setiap ucapan dan tindakannya,btegas Yuhadi.

Seperti diberitakan Fasni Bima sebelumnya mengagas penolakan dengan cara membentuk Posko Penolakan Kader Golkar untuk Arinal Djunaidi sebagai Cagub dari Partai Golkar.

Kami sebagai penggagas pendirian posko penolakan kader Partai Golkar untuk Arinal di cagubkan DPP tidak akan tinggal diam dan terus bergerak ke 15 Kabupaten/Kota se-Lampung,” tutur Fasni Bima beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung, pihaknya telah mendirikan posko di Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat dan Pesisir Barat. Ini menyusul posko sebelumnya yang telah didirikan di Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten/Kota lainnya.

Hot Line:  Mabuk! Intelkam Polda Maluku Diduga Tembak Mati Pemuda

Perjuangan kami belum berakhir. Genderang perang justru baru dimulai. Saya tak takut di pecat. Dipecat untuk menegakan aturan lebih terhormat daripada menjadi penjilat, ujar Fasni.

(gus/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here