Kasus P2SEM Jalan Ditempat, Aktivis AMJM Geruduk Kantor Kejati Jatim

0
190

SURABAYA (POLICELINE.CO)–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur digeruduk sejumlah aktivis mahasiswa dari sejumlah universitas yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jatim Menggugat (AMJM).

Massa melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Jatim mendorong Kejati Jatim untuk kembali mengusut kasus skandal korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM), pasca ditangkapnya Dr Bagoes Soetjipto di Johor Malaysia.

Dalam aksinya, Komite Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAK), BNP2DI dan GEMA JATIM yang tergabung dalam AMJM ini meminta agar  menolak dan melawan segala bentuk korupsi di Jawa Timur.

“Mendukung Kejati Jatim dalam mengusut tuntas kasus korupsi P2SEM dan menagih Kejati Jatim yang telah mengatakan akan membuka kembali kasus P2SEM pada awal tahun 2018,” ujar massa dalam orasinya.

Selain itu massa juga menghimbau agar Kejati Jatim segera mengusut dan menuntaskan kasus korupsi P2SEM dan mendesak agar Kejati Jatim menegakkan supremasi hukum, terkait kasus tindakan korupsi di Jawa Timur.

“Skandal P2SEM adalah perampasan hak rakyat. Bagaimana tidak, dana hibah dari APBD yang seharusnya disalurkan dan diterima oleh rakyat, malah dibuat ‘bancaan’ dan dinikmati hanya oleh segelintir elit di DPRD dan Pemerintah Provinsi Jatim,” terang Basuki ketua Gema Jatim dalam orasinya.

Basuki ketua Gema Jatim

Orasi yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut, enam orang perwakilan ditemui oleh pihak kejaksaan Tinggi, yang berlangsung kurang dari 30 menit.

Dikonfirmasi usai ditemui pihak Kejati Jatim, Ketua GEMA Jatim Basuki menyatakan, bahwa pihaknya mendorong dan menagih janji Kajati Jatim Maruli Hutagalung, dalam pemberantasan Korupsi.

“Kami kesini (Kejati) untuk mendorong pihak Krjaksaan mengusut tuntas mega korupsi senilai Rp 277 miliar yang dinikmati segelintir orang (DPRD Jatim),” terangnya.

Basuki juga menyatakan, bahwa pihaknya telah menyerahkan data terkait korupsi P2SEM dan akan melakukan kerja sama dengan Kejati.

Hot Line:  Ternyata, Kasus Dugaan Korupsi Disdik Sumenep Rp 23 Miliar Pernah Diperiksa Kejati

“Kami tadi juga menyerahkan data, dan akan ada kerja sama. Kami akan mencari bukti baru,” tambahnya.

Sementara Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi menjelaskan, bahwa pihaknya sudah bergerak. Dan masih melakukan penyelidikan.

“Kami sudah bergerak, saat ini masih melakukan penyelidikan dan belum bisa kami utarakan,” ucapnya.

Disinggung sudah berapa banyak saksi yang dmsudah dimintai keterangan, mantan Kajari Surabaya ini menolak membeberkan.

“Ini masih ranahnya penyidik, nanti pasti kami undang teman-teman (Media),” pungkasnya.

(adi/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here