Sertifikat Hutan Produksi Terbatas Diduga Aspal, Program HTM Terancam

0
139

Jurnalis: Sulistya
BANDAR LAMPUNG (POLICELINE.CO)–Lagi, Ck Nur angkat bicara prihal lahan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang telah disertifikat sekaligus dijual pada perusahaan. Diduga kuat sertifikat- sertikat yang dimaksud statusnya asli tapi palsu alias aspal.

Kondisi itu menjadi faktor penyebab ketidak maksimalan pelaksanaan program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) khususnya dikawasan hutan Pesisir barat, Lampung.

” Kondisi ini taparan keras untuk Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat ,Pemprov Lampung, masyarakat dan aktivis pengiat kehutanan. Saya mewakili masyarakat pesisir barat khususnya Bengkunat berharap agar permasalahan ini dapat segera menjadi perhatian Pemerintah dan segera diselesaikan, untuk menghindari hal hal yang tidak diharapkan bersama” ujar aktivis penggiat kehutanan itu, Kamis (24/01/018).

Pihaknya menambahkan, sampai dengan hari ini masyarakat pemegang izin HTR tidak dapat maksimal dalam kegiatannya selaku pemilik izin resmi dari Dinas kehutanan (Dishut) dikarenakan polemik penguasaan lahan yang sudah hitungan tahun meradang ,sejak wilayah pesisir barat belum menjadi kabupaten definitive.

Dibentuknya Kesatuan Pengolahan Hutan 1 (KPH 1) diharapkan masyarakat Pekon Sukanegri, Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir barat (pesibar)dapat menjadi titik terang dari persoalan yang terjadi.

” Diharapkan KPH dapat melakukan Langkah langkah penyelesaian dan menindak tegas pelaku pelaku atau oknum oknum tersebut secara Hukum Sesuai Hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia”pungkas cak Nur.

KPH adalalah Unit Terendah Dari Kementrian Kehutanan yang bertugas mengelola hutan maka KPH juga berkapasitas menyikapi segala bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh para oknum tersebut, seperti adanya permasalahan Penguasaan Lahan/Lokasi Hutan Produksi Terbatas (HPT) tanpa adanya ijin dari dinas atau intansi tekait pada pihak kehutanan.

(tya/fer)

Hot Line:  Perusahaan Milik Investor India Di Lampung, Diduga Melabrak Undang-Undang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here