Oknum Guru Tega Menyobek Baju Siswi Hingga Mendekati Belahan Dada

0
476

Jurnalis : Agus Rahardja
SUMATERA, LAMPUNG(POLICELINE.CO)- Gawat Alih-alih menegakan disiplin sekolah, salah seorang oknum guru di SMK Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara tega menggunting dan menyobekan baju siswinya hingga mendekati dada korban.

Ketika dikonfirmasi di Ruang BK sekolah setempat, Guru Bidang Kesiswaan, SMK Negeri 1 Kotabumi Sulistyani, menyatakan sebelum dilakukan tindakan tegas pihak sekolah (guru) telah mensosialisasikan kepada siswanya untuk menganti baju yang kurang panjang (pendek) dengan baju yang baru, Kamis (11/01/2018).

“Kami sudah mensosialisasikan tentang pergantian baju yang mini atau kurang panjang ke bawah itu kepada siswa sebelumnya. Sosialisasi itu sudah sejak Kamis lalu, dan pada hari Senin 08, Selasa 09 Januari 2018 kami sudah memperingatkan, dan Rabu (10/01/2018) dilakukan tindakan. Nah kemungkinan yang terkena razia itu Lusi,” kata Sulistyani.

Sementara itu Lukmansyah orang tua Lusi Viana siswi Kelas X SMKN 1 Kotabumi, sangat menyayangkan sanksi yang diberikan itu kepada anaknya, karena menurutanya, tindakan tersebut bisa membuat mental anaknya turun karena rasa malu dan kepada orang tua pihak sekolah seharusnya memberitahukan lebih dulu sebelum adanya tindakan.

“Ini sama saja mempermalukan anak, kita menyekolahkan anak kita supaya di didik biar pintar, apa begini cara mendidik anak? Seharusnya guru-guru itu memberitahukan kepada kita selaku orang tuanya melalui surat, karena untuk pakaian anak sekolah tidak mungkin mereka bisa beli sendiri kalau bukan orang tuanya yang membelikan,” kata Lukmansyah. 

Sebelum dilakukan tindakan tegas tersebut dia juga mengakui tidak ada pemberitahuan kepada wali murid atau orang tua siswa, dikarenakan menurutnya sudah selesai melalui sosialisasi kepada siswa. 

Dengan adanya peristiwa itu, lanjutnya bila tidak ada niat baik dari pihak sekolah untuk memberikan solusi yang baik dan berjanji bisa memulihkan mental anaknya agar kembali percaya diri dikarenakan sempat dipermalukan di sekolah dengan adanya tindakan tegas itu, dia akan membawanya keranah hukum. 

Hot Line:  Kapolres Berharap Kerjasama Dengan Semua Tokoh Terjalin Secara Berkesinambungan

“Kalau tidak ada niat baik, saya akan laporkan masalah ini ke polisi, karena ini penghinaan, pelecehan, pengerusakan, dan telah menghilangkan hak-hak kami sebagai warga negara Indonesia yang memiliki azas peraduga tidak bersalah karena negara ini adalah negara hukum,” ujarnya.

Lukmansyah mengatakan selain beban mental bagi anaknya atas sanksi yang diberikan pihak sekolah itu, tindakan pihak sekolah sudah melebihi batas yang tidak melihat dampak sosial bagi siswa dan orang tua siswanya.

“Apa karena kami ini orang susah makanya diperlakukan seperti ini. Kami ini asli orang daerah (Lampung) yang memiliki adat istiadat. Bagaimana kalau anak gadis guru-guru itu yang dipermalukan seperti itu apa mereka akan terima, dan apa memang aturan sekolah sudah setegas itu tanpa memberitahukan dulu kepada orang tua murid itu. Ini yang saya tidak terima,” katanya.

Kepala SMK Negeri 1 Kotabumi, Zainal Abidin ketika dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan menggelar rapat hari ini juga dan akan membahas laporan pihak keluarga siswinya tersebut terlebih dulu, baru akan memberikan informasi lebih lanjut untuk solusi peristiwa itu. 

“Hari ini kita akan rapat dan akan kita bahas juga, langkah pihak keluarga melaporkan itu kepihak sekolah sudah tepat, tapi saya belum bisa memberikan keteranga lebih jauh karena akan saya konfirmasikan terlebih dulu dengan guru yang bersangkutan,” ujarnya. 

Dirinya menegaskan dalam memberikan tindakan tegas itu memang tugas dewan guru, tetapi semua tindakan itu seharusnya melalui koordinasi terlebih dulu dengan wali murid agar tidak ada kesalah pahaman. 

“Untuk itu, sebelum lebih jauh besok saya kasih informasinya setelah saya konfirmasikan dengan gurunya,” pungkasnya. (gus/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here