Lurah Pondok Aren Dipolisikan Warga

0
340

POLICELINE.CO– Dugaan Penyalahgunaan Wewenang oleh Oknum Lurah Pondok Aren dengan inisial MDI akan berbuntut panjang. Pasalnya, Dengan didampingi Ketua LSM Saprudin Roy, S.H., Korban yang berinisial KNO melaporkan kerugian yang dialaminya terkait Pengurusan Tanah milik korban yang tak kunjung selesai ke Kepolisian Resort Tangerang Selatan.

Dengan mengunakan safari abu – abu muda, Ketua LSM Saprudin Roy, S.H memasuki Polres Tangerang Selatan menuju ke lantai dua. Ruang unit reskrim, tentu !! Dengan tujuan niat dan tekat yang kuat mengawal salah satu masyarakat pondok aren bertujuan membuat Laporan Polisi (LP).

Kasus ini berawal dari laporan Korban sebelumnya kepada Ketua LSM Gempur yang mengeluhkan sulitnya membuat Sertifikat Tanah miliknya yang seluas 5000 m2, Korban meminta agar LSM Gempur dapat mendampinginya untuk melaporkan salah satu Oknum Lurah Pondok Aren dikarenakan Korban merasa dipersulit dan juga dirugikan.

Pasalnya, Pemilik Tanah seluas 5000 m2 yang berlokasi di Bintaro Caisar 7 berniat ingin membuat Sertifikat Kepemilikan. Namun amat disayangkan hingga pelapor melaporkan hal ini, Sertifikat yang diharapkan tidak kunjung juga terealisasi.

Pelapor sendiri memutuskan melaporkan Oknum Lurah (MDI.red) dengan didampingi Ketua LSM Gempur terlanjur kecewa, Dikarenakan Korban sudah memberi sejumlah uang sebelumnya kepada MDI agar pihak kelurahan bisa mengurus Sertifikat yang diinginkan Korban. Bahkan Korban telah menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp.2.000.000,- kepada MDI atas permintaannya, Namun hingga kini Sertifikat tersebut belum juga selesai.

Dengan berbagai alasan, Bahkan tidak tanggung – tanggung saat Korban menanyakan Kejelasan Sertifikat Tanah miliknya, Justru kembali meminta sejumlah uang untuk mengurus sertifikat tersebut dengan jumlah yang sangat fantastis yaitu : Rp.10.000 untuk 1 meternya agar kepengurusan sertifikat tanahnya tersebut berjalan lancar.

Hot Line:  Sumenep Diguncang Kasus Dugaaan Pelecehan Seksual, 8 Murid Jadi Korban Guru Cabul

Menurut keterangan Korban kepada media ini menjelaskan, Oknum Lurah Pondok Aren (MDI.red) dengan secara sengaja meminta permeter Rp.10.000 dari kepengurusan pembuatan sertifikat tanahnya. Ada kok bukti pembicaraannya, Juga ada komunikasi saya dengan beliau melalui pesan WhatsApp. Sedangkan kalau dikalkulasi luas tanah 5000 m2 bisa dibayangkan, Saya harus keluar uang berapa lagi untuk saya memiliki sertifikat kepemilikan tanah saya? Ungkapnya diiringi nada kesal.

Disaat yang bersamaan, Ketua LSM Gempur Saprudin Roy, S.H mengatakan, Kita akan terus kawal pelapor ini hingga yang terlapor dalam hal ini Oknum Lurah Pondok Aren bisa sesegera mungkin dapat dijerat dan diproses secara Hukum. Sesuai dengan tuntutan hukum pidana pasal 422 KUHP tentang penyalahgunaan wewenang seperti yang tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor : 925/k/XII/2017/pmj/polres tangsel tanggal 21 Desember 2017, dan bukti kami kuat karena kami akan gunakan rekaman pembicaraan terlapor dengan pelapor ditambah lagi ada bukti tertulis melalui pesan WhatsApp.

Ditambahkannya lagi, LSM Gempur tidak akan pernah membiarkan tindakan – tindakan oknum – oknum Perangkat Pemerintah, Khususnya Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang mempersulit s.etiap warga masyarakat yang ingin tertib beradministrasi didalam kepengurusan apapun. ” Masyarakat sudah susah, Jangan lagi ditambah susah dan mau kemana arah Bangsa dan Negara kita bila Perangkat Pemerintah kita tidak bijaksana dalam memimpin masyarakatnya, ” Cetusnya.
(Bobi.morgani/PNc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here