Detik-Detik Penyerangan Massa Terhadap Yayasan Tanjung Manggopoh

0
574

POLICELINE.CO–Masih segar dalam ingatan, tanggal 6 September 2017 lalu, menjadi sejarah kelam bagi Suku Tanjung Manggopoh. Sekelompok massa gabungan, pada pukul 04.00 Wib, tiba – tiba menyerang Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM).

Dari investigasi media ini, bahwa massa gabungan tersebut diduga kuat sebagiannya adalah masyarakat Tanjung Manggopoh, yang berhasil dihasut oleh salah satu Organisasi Masyarakat (baca; Ormas). Ninik Mamak Tanjung Manggopoh sangat menyesalkan kejadian tersebut.

Pihak Ninik Mamak mensinyalir pula bahwa ‘MK’ adalah otak dibalik penyerangan itu, karena beberapa bukti sangat kuat menunjukkan bahwa ‘MK’ sangat intensif melakukan agitasi/ penghasutan terhadap anak kemenakan di Suku Tanjung.

“Tak mungkin, tidak ada angin, kemudian ada hujan. Ada akibat, tentu ada sebabnya pula. Hal inilah yang kami sangat sesalkan, kalau hanya benturan horizontal antara Ninik Mamak dan Anak Kemanakan, bisa diselesaikan secara adat. Kemudian apabila ada perseolaan hukum, bisa pula diselesaikan secara proses hukum,” ungkap Tim Advokasi YTM, seperti dilansir Policeline.co,Minggu 16 Desember 2017.

Lebih parahnya lagi, setelah penyerangan subuh tersebut, siangnya massa melakukan pemburuan terhadap buruh YTM dan melakukan panen sepihak terhadap hasil panen YTM. Kemudian, setelah panen sepihak tersebut, tiba – tiba Kapolres Agam pada tanggal 9 September 2017 menetapkan lahan YTM yang secara defacto and de jure sudah sah itu, dengan status quo.

Penetapan status quo tersebut menuai banyak pertanyaan. Sebab, YTM mengelola lahan tersebut sudah sesuai dengan dasar dan hukum yang incraht dan jelas, artinya bukan lahan konflik yang tidak jelas.

Menyoal terhadap status quo oleh Kapolres Agam sangat disayangkan, karena lahan yang dikelola YTM bukanlah lahan konflik, malah penyerangan subuh itu terkesan diskenario sedemikian rupa. Apabila hal tersebut adalah tindakan pengamanan di TKP (Tindak Kejadian Perkara), kemudian dengan menutup dan mengamankan TKP (mempertahankan status quo) dengan membuat batas/ tanda garis polisi (police line)

Hot Line:  Cantik-Cantik, 7 Korban Pelecehan Seksual Lapor Polisi

tentu bisa dilakukan dengan alasan – alasan yang kuat, bukan karena permintaan salah satu pihak yang ‘merasa’ saja.

Karena diketahui status Quo tersebut atas permintaan Wali Nagari Manggopoh, tanggal 9 September 2017, Nomor : 140/247/Pem-2017 tentang Status Quo dan Pengamanan Kebun Plasma Sawit KUD II Manggopoh.

Sementara Pada tahun 2001 secara sah, dengan berkas – berkas yang kuat KUD II Manggopoh sudah menyerahkan pengelolaan kepada Ninik Mamak dan pihak menjadikan YTM sebagai pengelola yang sah pula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here