Aneh, Pemerkosa Anak Bawah Umur Bebas Berkeliaran

0
213

POLICELINE.CO– Kejadian satu tahun lalu yang menimpa Mawar (bukan nama sebenarnya) membuat trauma dirinya hingga sekarang. Mawar diperkosa oleh Sar Bin Abbas (65). Berawal ketika korban pulang sekolah dari SDN Tegalsembadra 1 bertemu dengan Pelaku. Pelaku mengajak pergi Korban kemudian Korban pulang ke rumah untuk berganti baju. Korban diajak jalan-jalan oleh Pelaku ke Pantai Tirtamaya-Desa Juntinyuat-Kecamatan Juntinyuat-Kabupaten Indramayu. Sesampainya di Pantai Tirtamaya, Korban diajak oleh Pelaku untuk mandi bersama kemudian Pelaku memasukkan jari telunjuknya ke bagian sensitif Korban hingga Korban merasa kesakitan.

Beberapa hari kemudian Pelaku mengajak Korban kembali, di lokasi yang sama, setibanya di Pantai Tirtamaya, Pelaku mengajak Korban masuk ke dalam Gubuk Pantai Tirtamaya kemudian Pelaku mengajak secara paksa untuk berhubungan intim dengan Korban. Jika Korban mau diajak berhubungan intim akan diberi uang Rp.50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) Atas kejadian tersebut Korban menjadi Shock/Ngedrop Mental/Physkologisnya, hingga Korban tidak mau untuk berangkat ke sekolahnya sampai sekarang.

Selang beberapa hari Korban menceritakan kepada orang tuanya, yaitu DAMIRI Binti Kadmah (Alm). Setelah mendengar laporan dari anaknya, orang tuanya emosi dan merasa TIDAK terima anaknya dijadikan kebuasan dan pelampiasan biologis Si Pelaku. Akhirnya orang tua Korban melaporkan kepada Polres Indramayu pada Hari Jum’at, tanggal 23 September 2016 sekira pukul 15.00 WIB yang diterima langsung oleh (SPKT) H. TUKIDI B Wangsa Pangkat AIPDA. NRP. : 63030175 selaku Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu III-Polres Indramayu-Daerah Jawa Barat.

Namun hingga saat ini Pelaku belum ditangani/diperiksa untuk didengar keterangannya sebagai Tersangka, sehingga Pelaku masih bisa menghirup udara segar, hal itu disampaikan orang tua korban dengan geram. Bahkan Pelaku jika bertemu dengan Orang tua Korban bukannya mencari solusi atau beritikad baik malah sebaliknya mencaci maki seakan-akan pihak Kepolisian Resor Indramayu TIDAK Sanggup untuk menangani kasusnya.

Hot Line:  Tak Terima Ditegur, Anak Bunuh Ayah Kandung di Bojonegoro

Keluarga Korban merasa di sepelekan/diremehkan atas sikap dan tindakan Pelaku yang belum ditangkap oleh pihak Kepolisian Resor Indramayu, jika dalam waktu dekat Pelaku masih juga berkeliaran di lingkungan Desa Tegalsembadra-Kecamatan Balongan-Kabupaten Indramayu, maka Kami Keluarga Korban akan mengadukan dan melaporkan Kepolisian Resor Indramayu pada Institusi di atasnya ; Kepolisian Daerah Jawa Barat atau Kepolisian Markas Besar (Mabes Polri), agar secepatnya Pelaku dapat diamankan bila perlu kami akan minta keadilan pada Lembaga Komisi Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (KNPPA) yang berkantor di Jakarta, tukasnya.

Lagi kata Damiri, hingga saat ini Pelaku belum pernah dilakukan Penahanan dengan alasan/dalih bahwa Pelaku mengidap penyakit jantung. Akan tetapi Pelaku patut diduga sudah memberikan Dana Santunan Perkara (DSP) yang nilainya cukup fantastis/puluhan juta rupiah kepada Pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA-Polres Indramayu).

Damiri meminta dukungan dari rekan wartawan dan LSM agar kasus anaknya dapat dilanjutkan tidak di-peti es-kan, sehingga Pelaku dapat segera dihukum setimpal dengan perbuatannya,” tuturnya.

Asep A. Riyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here