Pidato Ketua PGRI Banyuwangi Diduga Lecehkan Wartawan dan LSM

0
187

POLICE LINE: Dalam rangka masih memperingati Hari Guru Nasional dan Hut PGRI Ke 72, beberapa awak media dan LSM dikejutkan kabar yang kurang berkenan datang dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Berawal dari acara apel akbar Hari Guru Nasional di RTH Maron Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Rabu Kemarin (29/11/2017). Ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi Teguh Soemarno memberikan sambutan di depan belasan ribu guru.

Insan media yang hadir di lokasi kegiatan yang tak lebih hanya melakukan tugas profesi kewartawanan menggali informasi, dan publikasi. Seketika terkejut dan tidak menyangka akan terlontar dari seorang Teguh Soemarno Ketua PGRI Banyuwangi sebut LSM dan Wartawan adalah pihak yang tidak bertanggung jawab, mengusik, dan mengganggu.

Yang menarik perhatian awak media,Teguh minta kepada Pemerintah Daerah untuk memberikan perlindungan hukum kepada segenap fungsional tenaga pendidikan, guru baik yang ada di UPTD maupun yang ada di sekolah dalam melakukan kegiatan pengajaran.

Hal tersebut diungkapkan , karena menurut Teguh banyak pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengusik dan mengganggu. Jelasnya ada yang mengatakan dirinya Lsm ada yang mengatakan dirinya wartawan.

Bahkan tak tanggung – tanggung Teguh mengibarkan bendera perang menghadapi Lsm juga Wartawan, dan melalui moment HUT itu Teguh Ketua PGRI Banyuwangi menyerukan serta mengajak semua guru untuk melawan mereka yang yang disebutnya pihak tidak bertanggung jawab seperti yang disebut dalam pidatonya adalah Lsm dan wartawan.

Sebagai klarifikasi atas pernyataan Teguh, diakhir acara beberapa awak media hampirinya dan mengkonfirmasi. Dalam konfirmasinya Teguh separo mengelak.

“Sebenarnya tidak ada masalah, saya hanya khawatir ada pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi yang tidak nyaman, ” kilahnya. dilansir Oposisi.

Hot Line:  Tenaga Honorer Kerja di dua Instansi,DPRD Akan Panggil BKD

Namun beberapa Lsm dan Wartawan tidak menerima begitu saja alasan yang disampaikan Teguh ketika dikonfirmasi awak media. H. Suyoto Ketua Lsm Suara Bangsa menanggapi hal tersebut, mengatakan bahwa Teguh sebagai Ketua PGRI harus menjelaskan dan bertanggung jawab atas penyataannya.

“Teguh harus menjelaskan apa yang dimaksut Lsm dan Wartawan dikatakan pihak yang tidak bertanggung jawab, memgusik, dan mengganggu itu, dan ini harus disikapi ,” tanggapnya, Kamis (30/11/2017) melalui via selulernya.

Hal senada disampaikan oleh Suparmin, SH Ketua Lsm Somasi. Menurut tokoh Lsm senior yang satu ini Lsm dan Wartawan adalah kontrol sosial yang dilindungi oleh peraturan perundang – undangan. Lsm dan Wartawan tidak asal bertindak dan tidak mengada – ada dalam menyikapi permasalahan. Kalau tidak ingin berurusan dengan Lsm dan Wartawan perbaiki kinerjanya sesuai ketentuan yang berkaku, hentikan pungutan dan lain – lain yang membebani siswa.

“Lsm dan Wartawan dalam tugasnya sebagai kontrol sosial dilindungi oleh peraturan perundang – undangan, Lsm dan Wartawan dalam menyikapi permasalahan tidak mengada – ada, pasti berdasarkan informasi dan temuan data hasil investigasi di lapangan, Wartawan mengemban amanah undang – undang, kalau tidak ingin berurusan dengan Lsm dan Wartawan ya perbaiki kinerjanya, kalau alergi sama Lsm dan Wartawan ada apa dengannya, kalau memang tidak bermasalah untuk apa alergi Lsm dan Wartawan ,” sergahnya dengan nada sedikit geram karena Lsm disebut – sebut.

(Red/Tim/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here