Gaji Rp 1,2 Juta, Anggota Satpol PP “Rangkap” Jadi Copet Spesialis

0
66

Jurnalis : Agus Rahardja

Sumatera , Bandar Lampung (Policeline.co)

Gaji Rp 1,2 Juta Tidak Mencukupi, Oknum Satpol PP Jadi Jambret, Kaum Wanita Jadi Target   Merasa gaji tidak cukup, honorer Satuan polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung cari tambahan dengan menjadi spesialis jambret. Akibatnya oknum ini harus berusan dengan Satuan Reskrim Polreta Bandar Lampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan,  penangkapan  oknum ini  berawal ketika petugas mencurigai dua orang berboncengan dengan ciri-ciri yang sama sesuai dengan laporan selama satu bulan terakhir.

 “jadi oknum ini (Satpol PP) bersama dengan kawannya berboncengan, saat dilihat sama dengan ciri-ciri dari korban yang telah melapor selama satu bulan terakhir,” ujarnya Rabu 29 November 2017.

 Keyakinan makin bertambah saat keduanya didekati namun berusaha kabur. Kedua pelaku mempercepat laju kendaraan dan berusaha melarikan diri.

 “Kemudian petugas memberi peringatan, bukannya berhenti tapi berusaha menabrak petugas, terpaksa petugas bertindak tegas dengan menembak kaki pelaku,” ucap Harto.

 Menurut Harto, dari pengakuan kedua pelaku, Yogi (32) oknum Sat Pol PP dan Indra (30) yang berprofesi buruh, dalam satu bulan ini sudah lima kali beraksi. Di antaranya di Jalan Soekarno Hatta By Pass, Flyover Way Halim, dan Flyover Kali Balok.

“Jadi bagi tugas ada yanga sebagai eksekutor yang merampas HP milik korban, sedangkan rekannya  sebagai pengendara,” tuturnya.

 Rupanya saat beraksi mereka kerap bergantian dan saling bertukar posisi, bersama dua rekannya berinisial A dan E yang kini  berstatus buron.

 “Mereka ini memanfaatkan rute-rute jalan yang panjang, supaya mudah kabur, keduanya rupanya punya rekan, dan saat ini kami masih buru,” tutup mantan Kapolsek Tanjungkarang Barat.

Sementara itu tersangka Yogi mengaku rata-rata korbannya adalah perempuan dan mencari yang lengah.

Hot Line:  Hendak Perkosa Pelayan Dikamar Mandi, Pria Ini Babak Belur Dihakimi Massa

“Kami jambret HP, perempuan korbannya, setiap jambret rata-rata hasilnya mencapai Rp 500 ribu. ” ujar Yogi.

 Yogi terpaksa menjabret lantaran gajinya sebagai honorer Satpol PP Kota Bandar Lampung tidak cukup. “Gaji cuman  Rp1,2 juta, enggak cukup,” tandasnya.

(gus/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here