Anggota Dewan Dipolisikan Istrinya Karena Selingkuh, Begini Kisahnya

0
457

POLICE LINE: Kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu anggota DPRD Gunungkidul, DIY dari Fraksi Gerindra Sumaryanto terus berlanjut.

Setelah sebelumnya sang istri Wahyu Wisma Hastuti melaporkan ke badan kehormatan (BK), hari ini dirinya melaporkkan suami ke Polda DIY dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Tutik mengatakan, pihaknya terpaksa melaporkan Suaminya ke Polda karena tidak ada titik temu. Laporan langsung diterima kepala SPKT u.b. Kepal Siaga C Polda DIY Kompol Riyanto.

“Saya terpaksa melaporkan suami saya karena sudah menelantarkan saya,sehingga dia melakukan kekerasan dalam rumah tangga,” ucapnya,

Ia mengungkapkan, dirinya tidak kuat menahan beban hidup yang ditanggungnya. Apalagi sejumlah foto mesra suaminya beredar luas di masyarakat bersama wanita yang diduga sebagai selingkuhannya.

“Banyak beredar foto mesra suami saya dengan perempuan lain, dan itu membuat saya sebagai guru juga menanggung malu,” sesalnya.

Tutik menyesalkan kala masih prihatin suaminya tampak setia dan berjuang bersama-sama. Setelah menjadi anggota dewan meninggalkannya dan dua orang anaknya untuk bersama wanita lain.
“Hati mana wanita yang sanggup menerima perbuatan seperti itu. Saya sakit hati, dulu kita berjuang bersama, sekarang sudah jadi pejabat terus lupa diri,” ujarnya.

Penasihat hukum Tutik, Suraji Noto Suwarno mengatakan atas perbuatan Sumaryanto tersebut, kliennya tertekan secara psikis. Apalagi dia sudah berusah payah untuk menanggung berbagai hutang. ”Bahkan dia rela menjual rumahnya untuk melunasi hutang suaminya tersebut.

Makanya kita mendampingi melapor ke Polda DIY dengan tuduhan KDRT,” ucapnya.
Sementara, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gunungkidul Desiyanti mengatakan, pihaknya masih melakukan penlaahan kasus ini selama seminggu terakhir. Namun demikian dia menyampaikan jika untuk pemecatan bukan ranah BK.

Hot Line:  Stabilitas Keuangan Daerah Sumsel Baik dan Terjaga

“Untuk masalah pemecatan bukan ranah kami. Itu ranah partai, partailah yang berkuasa” katanya.

Selama yang bersangkutan masih bekerja dan tidak melanggar tata tertib berarti yang bersangkutan masih bekerja dengan benar. Sebab, sebagai alat kelengkapan dewan hanya dibatasi terkait masalah tata tertib.

“Untuk kasus ini kami sudah memanggil pelapor tetapi yang bersangkutan tidak hadir,” katanya.

(okz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here